A great WordPress.com site

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SILABUS MATA KULIAH

 

KEPERAWATAN KLINIK III B

 

 

 

 

 

 

Penanggung Jawab Mata Ajar:

Ns. Lantin Sulistyorini, S.Kep., M.Kes

 

 

 

 

 

Tim Dosen Pengajar:

 

  1. Ns. Lantin Sulistyorini, M.Kes  (LS)
  2. Iis Rahmawati, S.Kp., M.Kes  (IR)
  3. Ns. Ratna Sari Hardiani, M.Kep  (RSH)

 

 

 

 

 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS JEMBER

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

Tahun 2011/2012

 

                          

 

LEMBAR PENGESAHAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Silabus mata kuliah: KK IIIB

Diajukan Oleh PJMK Mata Kuliah:

 

 

 

Ns. Lantin Sulistyorini, S.Kep, M.Kes

NIP 197803232005012002

Diperiksa Oleh Sekretaris I PSIK Universitas Jember

 

 

 

Ns. Roymond H Simamora, M.Kep

NIP 197606292005011001

Disetujui Oleh Ketua PSIK Universitas Jember

 

 

 

dr. Sujono Kardis, Sp.Kj

NIP 194906101982031001

 

 

 

 

 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS JEMBER

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

Alamat  :  Jl. Kalimantan No.37 Telp./Fax (0331)323450 Jember

 

SILABUS MATA KULIAH

 

Mata Kuliah (kode MK)         :  Keperawatan Klinik III B

Beban SKS                             :  2 SKS

Semester                                  :  IV (empat).

Penanggung jawab MK          :  Ns. Lantin Sulistyorini., S.Kep., M.Kes

 

  1. I.         Deskripsi MK

mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan ketrampilan klinis keperawatan berhubungan dengan sistem pencernaan pada klen anak. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan sistem pencernaan. f. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian berpikir sistematis, komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem gastrointestinal  dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah melalui beberapa model belajar yang relevan dengan memperhatikan aspek legal dan etis keperawatan. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi.

 

  1. II.      Standard Kompetensi

Setelah mengikuti perkuliahan selama satu semester, mahasiswa mampu mendemonstrasikan asuhan keperawatan sistem pencernaan pada pasien anak secara komprehensif dan holistik.

 

  1. III.   Kompetensi Dasar
    1. Mahasiswa mempunyai motivasi untuk mencapai kompetensi akhir sebagai lulusan Sarjana Keperawatan Universitas Jember.
    2. Mahasiswa dapat menginternalisasi nilai-nilai yang mendukung terwujudnya nilai keunggulan lulusan Sarjana Keperawatan Universitas Jember.
    3. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep konsep terkait dalam pemberian asuhan keperawatan sistem pencernaan pada pasien anak.
    4. Mahasiswa dapat menjelaskan anatomi dan fisiologi sistem pencernaan  anak.
    5. Mahasiswa dapat mendemonstrasikan pengkajian pada sistem  pencernaan anak.
    6. Mahasiswa dapat melakukan simulasi asuhan keperawatan pada klien anak dengan gangguan pada sistem  pencernaan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dan memperhatikan aspek legal dan etis.
    7. Mahasiswa dapat melakukan simulasi asuhan keperawatan untuk kegawatdaruratan pada sistem pencernaan  anak dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dan memperhatikan aspek legal dan etis.
    8. Mahasiswa dapat mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem  pencernaan  pada pasien anak sesuai dengan standart yang berlaku, dengan berpikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efektif dan efisien.

 

  1. IV.   Kontrak Perkuliahan
    1. Waktu

Perkuliahan Keperawatan Klinik II B berlangsung dalam 16 minggu efektif, yang terdiri dari 1 SKS PBC dan 1 SKS PBP selama 14 minggu dan 2 minggu untuk ujian (evaluasi). Perkuliahan dalam setiap minggunya dilaksanakan pada hari  selasa mulai pukul  07.50-08.40 WIB untuk kelas B, dan pukul 09.40-10.30 WIB untuk kelas A.

 

  1. Tata Tertib (terlampir)

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Jadwal Perkuliahan.

TM

Hari/Tanggal

Kompetensi Dasar

Pokok Bahasan

Sub Pokok Bahasan

 

Pengajar/ Fasilitator

1

I

7-2-2012

–    Mahasiswa mempunyai motivasi untuk mencapai kompetensi akhir sebagai lulusan Sarjana Keperawatan Universitas Jember.

–    Mahasiswa dapat menginternalisasi nilai-nilai yang mendukung terwujudnya nilai keunggulan lulusan Sarjana Keperawatan Universitas Jember.

–    Mahasiswa dapat menjelaskan konsep konsep terkait dalam pemberian asuhan keperawatan sistem pencernaan pada pasien anak.

 

–    Rencana pembelajaran yang disesuaikan Visi, Misi dan value keperawatan Universitas Jember.

–    Konsep-konsep dasar terkait dalam pemberian asuhan keperawatan sistem pencernaan pada pasien anak.

–    Penjelasan silabus dan kontrak pembelajaran.

–    Konsep-konsep dasar terkait :

–   Pengertian kep anak dlm konteks klrg, dgn gg sist pencernaan

–   Tujuan kep anak dgn gg sist pencernaan

–   Konsep dlm pemberian asuhan kep anak dgn gg sist pencernaan.

–   Prinsip perawatan anak dgn gg sist pencernaan

–   Berbagai faktor yg mempengaruhi dlm kep anak dgn gg sist pencernaan.

–   Peran & fungsi perawat dlm pemberian asuhan kep anak dgn gg sist pencernaan.

–   Trend isu dalam kep anak dgn gg sist pencernaan

 

Contextual instruction

LS

2

II

14-2-2012

–    Mahasiswa dapat menjelaskan anatomi dan fisiologi sistem respirasi anak

 

 

 

 

 

 

 

–    Review materi anatomi fisiologi sistem respirasi anak. review:

–    Anatomi & fisiologi saluran pencernaan

–    organ aksesoris pada system pencernaan : hepar, empedu, pancreas

–    proses pencernaan

–    pengkajian riwayat kesehatan system pencernaan

SGD, Problem based learing

RSH

3

III

21-2-2012

–    Mendemontrasikan pengkajian pada system pencernaan anak –    pemeriksaan fisik system pencernaan

(hasil pengkajian data normal/abnormal)

–    pemeriksaan penunjang system pencernaan (lab, rongsen, USG)

 

Case study, Problem based learing

IS

4

IV

28-2-2012

Melakukan simulasi asuhan keperawatan pada klien anak dengan gangguan pada system pencernaan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dan memperhatikan aspek legal dan etis. –    gangguan pencernaan akibat infeksi –   Stomatitis

–   Moniliasis/trush

 

Case study, Problem based learing

 

LS

5

V

5-3-2012

–    Diare

–    Konstipasi

 

Case study, Problem based learing

 

RSH

6

VI

12-3-2012

–    gastritis

–    apendisitis

 

Case study, Problem based learing

 

IS

UTS 19-30 Maret 2012

7

VII

3-4-2012

Melakukan simulasi asuhan keperawatan pada klien anak dengan gangguan pada system pencernaan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dan memperhatikan aspek legal dan etis. –    Gangguan pencernaan dengan intervensi pembedahan –    labiopalatoskisis.

–    atresia oseofagus

 

SGD, Problem based learing

LS

8

VIII

10-4-2012

–    Hisprung

–    atresia ani

–    omfalokel

 

SGD, Problem based learing

RSH

9

IX

17- 4 -2012

–    gangguan pencernaan akibat parasit  intestinal –    giardiasis

–    enterobiasis (cacing kremi)

 

SGD, Problem based learing

IS

10

X

17-4-2012

–    Penyakit hepar, empedu dan pangkreas –    ikterus

–    hepatitias A dan B

–    atresia billiaris

 

Case study, SGD, Problem based learing

LS

11

XI

24-4-2012

–    Keganasan pencernaan

 

–    Cerosis hepar

 

Case study, SGD, Problem based learing

RSH

12

XII

24-4-2012

–    gangguan absorbs  dan gangguan gizi –    Marasmus

–    kwarsiokor

 

Case study, SGD, Problem based learing

 

 

IS

13

XIII

1-5-2015

–    Marasmus-kwarsiokor

–    obesitas

 

Case study, SGD, Problem based learing

LS

14

XIV

1-5-2015

–    Mahasiswa dapat melakukan simulasi asuhan keperawatan pada klien anak dengan gangguan pada sistem pencernaan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dan memperhatikan aspek legal dan etis. –    kegawatan pencernaan –    keracunan logam berat

–    keracunan timbal

Case study, SGD, Problem based learing

RSH

UAS

 

  1. Jadwal Praktikum

No

Tanggal

Waktu

Materi

Dosen/fasilitator

1

14-2-2012

08.50-10.30 (B)

Pemeriksaan fisik sistem pencernaan  (data normal tehnik inspeksi, palpasi)

Pemeriksaan fisik sistem pencernaan  (data normal tehnik perkusi, auskultasi)

LS

10.40-12.20 (A)

2

21-2-2012

08.50-10.30 (B)

Pemeriksaan fisik sistem pencernaan (data tidak normal tehnik inspeksi, palpasi)

Pemeriksaan fisik sistem pencernaan (data tidak normal tehnik perkusi, auskultasi)

10.40-12.20 (A)

3

28-2-2012

08.50-10.30 (B)

Pengkajian sistem pencernaan anak (format dan teknik pengkajian)

10.40-12.20 (A)

4

6-3-2012

08.50-10.30 (B)

Mengukur pertumbuhan dan status nutrisi pada anak sehat maupun yang mengalami kondisi patologis pada sistem pencernaan

RHS

RHS

RHS

10.40-12.20 (A)

5

13-3-2012

08.50-10.30 (B)

Menilai perkembangan anak sehat maupun sakit yang mengalami kondisi patologis  pada sistem pencernaan

10.40-12.20 (A)

6

3-4-2012

08.50-10.30 (B)

Aspirasi gaster

10.40-12.20 (A)

7

10-4-2012

08.50-10.30 (B)

Pemberian makan dengan selang nasogastrik

IR

10.40-12.20 (A)

8

17-4-2012

08.50-10.30 (B)

Pemberian makan dengan selang gastrotomi

10.40-12.20 (A)

9

24-4-2012

08.50-10.30 (B)

Lavase rektal

LS

RHS

10.40-12.20 (A)

10

1-5-2012

08.50-10.30 (B)

Perawatan kolostomi

10.40-12.20 (A)

11

1-5-2012

08.50-10.30 (B)

Enema

IR

10.40-12.20A)

 

  1. Tugas kelompok

No

Materi tugas

Tanggal Pengumpulan

Ket

1

Penyakit infeksi pencernaan pada anak

–   Stomatitis

–   Moniliasis/trush

 

2 hr sebelum presentasi  

–    Kelp 1

–    Kelp 2

 

2

Penyakit infeksi pencernaan pada anak

–    Diare

–    Konstipasi

 

  –    Kelp 3

–    Kelp 4

 

3

Penyakit infeksi pencernaan pada anak

–    gastritis

–    apendisitis

 

  –    Kelp 5

–    Kelp 6

 

4

Penyakit hepar, empedu dan pangkreas

–    ikterus

–    hepatitias A dan B

 

 

   

–    Kelp 7

–    Kelp 8

 

5

–    atresia billiaris

–    cerosis hapar

 

 

 

–   Kelp 9

–   kelp 10

6.

–    Marasmus

–    kwarsiokor

 

  –   kelp 11

–   kelp 12

 

  1. tugas individu

 

Materi tugas Tanggal pengumpulan
  1. Mencari berbagai kasus/penyakit baik pada bayi, anak, remaja (bisa Koran, browsing, bulletin, majalah)

 

  1. Kasus/penyakit yang dimuat selain yang ada di silabus perkuliahan

 

  1. Kasus/penyakit yang diambil Kemudian dianalisis, meliputi:

 

  1. Konsep kasusnya: Pengertian, penyebab, tanda gejala, patofisiologi, pengobatan, komplikasi (sesuaikan dengan pustaka)
  2. Asuhan keperawatan dari kasus ( sesuaikan dengan pustaka)
  1. Dianjurkan setiap individu kasus yang diambil berbeda satu dengan yang lain.
Seminggu sebelum UAS

 

 

 

  1. V.      Evaluasi pelaksanaan PBM.
  1. Test tulis : UTS (40%) dan UAS (40%).
  2. Tugas terstruktur : 20%
  3. Ujian Praktikum : UTS (40%) dan UAS (40%)
  4. Tugas terstruktur praktikum. 20%
  5. Penilaian soft skill.

 

  1. VI.   Daftar Rujukan/Referensi
  1. Supartini, Yupi. (2004). Buku ajar konsep dasar keperawatan anak. Jakarta: EGC
  2. Betz, Cecily, L. (2002). Buku saku keperawatan pediatri. Jakarta: EGC
  3. Soetjiningsih. (1995). Tumbuh kembang anak. Jakarta: EGC
  4. Pilliteri, Adele. (2002). Maternal and child health nursing: care of childbearing & child family. Philadelphia: Lippincott
  5. Wong, Donna, L. (1999). Nursing care of infant and children. Philadelphia: Mosby Inc
  6. Wong, Donna, L. (2003). Pedoman Klinis Keperwatan Pediatrik. Jakarta: EGC
  7. Wong, Donna, L. (2008). Buku ajar keperawatan pediatrik. Jakarta: EGC
  8. Doenges, Marylinn E. (2002). Nursing care plan: guidelines for Planning and documenting patient care. 3rd ed. FA.Davis : Philadelphia
  9. Priharjo, Robbert. (1996). Pemeriksaan Fisik Keperawatan.Jakarta. EGC
  10. Behrman, et al. (2000). Ilmu kesehatan anak Nelson. Jakarta: EGC
  11. Hart, R. (1992). Therapeutic play activities for hospitalized children. St. Louis: Mosby
  12. Hidayat, Aziz, Alimul. (2006). Pengantar ilmu keperawatan anak 2. Jakarta: Salemba Medika
  13. Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI. (1997). Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Infomedika Jakarta
  14. Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI. (1997). Buku Kuliah 3 Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Infomedika Jakarta
  15. Kozier, B (dkk). (1995). Fundamental of Nursing: Conceps process and Practise.Redwood City: Addison Wesley
  16. Potter AA & Perry, AG (1993). Fundamental of Nursing Concept, Process and Practice. Third Edition.St. Louis: Mosby Year Book

 

  1. VII.     Lampiran (terlampir)
    1. Tata tertib perkuliahan.
    2. Format dan ketentuan pembuatan tugas.
    3. Lembar monitoring evaluasi mata kuliah.
    4. Lembar soft skill.

mpiran format pembuatan tugas

 

  1. Lampiran format penilaian soft skill.Lampiran angket mata ajar.

 

Jember, 30 Januari 2012

 

Disetujui oleh,

Sekretaris

Ns. Roymond H Simamora, M.Kep

NIP 197606292005011001

Disusun oleh,

PJMA

Ns. Lantin Sulistyorini., S.Kep., M.Kes

NIP 197803232005012002

 

 

Diketahui oleh,

Ketua PSIK Universitas Jember

 

dr. Sujono Kardis, Sp.Kj

NIP 194906101982031001

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 1

 

TATA TERTIB PERKULIAHAN/PEMBELAJARAN

 

  1. Wajib hadir minimal 90% untuk kegiatan perkuliahan di kelas.
  2. Wajib hadir minimal 100% untuk kegiatan laboratorium/praktikum.
  3. Kehadiran kurang dari 90%,perkuliahan mahasiswa wajib menyusun makalah/ tugas yang di tentukan oleh PJMK.
  4. Kehadiran kurang dari 100% praktikum mahasiswa wajib melakukan sendiri praktikum dengan disaksikan teknisi lab dan minimal 1 mahasiswa lain, lalu dibuat dalam pernyataan tertulis telah melakukan praktikum dengan ditandatangani oleh teknisi, 1 mahasiswa lain, mengetahui dosen PJMK.
  5. Kehadiran kurang dari 75% tidak diijinkan mengikuti UTS/ UAS.
  6. Terlambat mengumpulkan tugas, nilai akan dikurangi sesuai kesepakatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 2

 

FORMAT DAN KETENTUAN PEMBUATAN TUGAS

 

  1. Sistematika

Sistematika pembuatan tugas harus meliputi :

Halaman Judul

Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab 1 Pendahuluan

1.1     Latar belakang

1.2     Tujuan

1.3     Implikasi keperawatan

 

Bab 2 Tinjauan Teori

2.1  Pengertian

2.2  Epidemiologi

2.3  Etiologi

2.4  Tanda dan gejala

2.5  Patofisiologi

2.6  Komplikasi & prognosis

2.7  Pengobatan

2.8  Pencegahan

 

Bab 3 Pathways

 

Bab 4 Asuhan Keperawatan

4.1       Pengkajian

4.2       Diagnosa

4.3       Perencanaan

4.4       Pelaksanaan

4.5       Evaluasi

 

Bab 5 Penutup

5.1         Kesimpulan

5.2         Saran

 

Daftar Pustaka

Lampiran

 

  1. Ketentuan
    1. Masing-masing kelompok wajib melapor dan konsul ke dosen yang menjadi fasilitator sebelum makalah dipresentasikan dan dibahas dikelas.
    2. Makalah adalah hasil kerja orisinil dari kelompok (bukan plagiat).
    3. Daftar pustaka harus jelas sumbernya dan tidak berasal dari sebuah blog (untuk rujukan online).
    4. Makalah diketik diatas kertas HVS A4 dengan batas kiri 4 cm, kanan 3 cm, atas 3 cm, bawah 3 cm. Huruf Times New Roman 12 dengan spasi 1,5.
    5. Makalah dijilid rapi dengan bufalo warna biru muda, sebelum diserahkan ke dosen.
    6. 6.         Makalah harus sudah dikumpulkan ke dosen pendamping/fasilitator maksimal (paling lambat) 3 hari sebelum presentasi/perkuliahan atau H-3.  

lampiran 3

Format penilaian tugas kelompok

 

Format Penilaian makalah

kelompok                    :

semester/tahun ajaran  :

Dosen                          :

No Aspek yang dinilai Nilai maksimal
1. Aspek teoritis kasus

  1. Ketepatan pengertian kasus yang diambil (lebih dari 2 pengertian menurut berbagai pakar/ahli)
  2. Ketepatan pembuatan patofisiologi atau perjalanan penyakit dan secara skematik
  3. Ketepatan penatalaksanaan dan Komplikasi

 

10

10

10

2. Aspek teoritis keperawatan

  1. Ketepatan dalam pengkajian secara umum yang didapatkan dari pustaka/teori
  2. Kemampuan pemuatan tujuan dan criteria hasil
  3. Ketepatan dalam rencana tindakan
  4. Kemampuan merasionalkan rencana tindakan

10

10

10

10

3. Penggunaan referensi

  1. Ketepatan referensi yang digunakan
  2. Tahun referensi yang digunakan
  3. Kemampuan merangkum referensi

 

10

10

10

Total

100

 

 

Mengetahui

Dosen

 

 

 

 

………………………..

NIP

 

 

 

lampiran 4

Format penilaian

Peran serta selama diskusi

No

Aspek yang dinilai

Bobot

1.

Persiapan untuk conferment

10

2.

Mempersiapkan rencana askep

10

3.

Mengemukakan issu untuk diskusi kelompok

10

4.

Memberikan ide selama conferment

10

5.

Mensintesis pengetahuan dan memakainya dalam penyelesaian masalah

10

6.

Menerima ide orang lain

10

7.

Menstimulasi strategi keperawatan

10

8.

Mengontrol emosi sendiri

10

9.

Mampu bekerjasama dalam kelompok

 

10

Total nilai

100

Mengetahui

Dosen

 

 

 

 

 

………………………

NIP

 

 

12.�  ���ght:150%;font-family:”Times New Roman”,”serif”;mso-fareast-font-family: “Times New Roman”;mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;mso-bidi-theme-font: minor-bidi;mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:IN’>Anjurkan makan pada posisi duduk tegak

 

 

  1. Berikan diit tinggi kalori, rendah lemak
    1. keletihan berlanjut menurunkan keinginan untuk makan
    2. adanya pembesaran hepar dapat menekan saluran gastro intestinal dan menurunkan kapasitasnya.
    3. akumulasi partikel makanan di mulut dapat menambah bau dan rasa tak sedap yang menurunkan nafsu makan.
    4. menurunkan rasa penuh pada abdomen dan dapat meningkatkan pemasukan
    5. glukosa dalam karbohidrat cukup efektif untuk pemenuhan energi, sedangkan lemak sulit untuk diserap/dimetabolisme sehingga akan membebani hepar

 

Dx 3: kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan melalui muntahan

Tujuan: Mempertahankan hidrasi adekuat.

Kriteria hasil : Turgor kulit baik, haluaran urine sesuai, tanda vital stabil.

Intervensi

Rasional

  1. Awasi masukan dan haluaran, bandingkan dengan BB harian. Catat kehilangan melalui usus seperti muntah, diare.
  2. Kaji tanda vital, nadi perifer, pengisian kapiler, turgor kulit dan membran mukosa.
  3. tanda perdarahan seperti hematuria, melena, perdarahan gusi atau bekas injeksi.
  4. Memberika informasi tentang kebutuhan penggantian / efek terapi.
 

  1. Indikator volume sirkulasi / perfusi.

 

  1. Kadar protombin dan waktu koagulasi menunjang bila observasi vitamin K terganggu pada traktus G1 dan sentesis protombin menurun karena mempengaruhi hati.

 

Dx 5: Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan pembengkakan hepar yang mengalami inflamasi hati dan bendungan vena porta.

Intervensi

Rasional

  1. kaji intensitas nyeri pasien

 

  1. berikan posisi myaman pada pasien

 

  1. ajarkan teknik relaksasi pada klien

 

  1. diskusikan dengan tim kesehatan lain tentang pemberian analgesic pada pasien yang tidak mengandung hepatotoksi
    1. mengetahui tingkat keparahan dari nyeri yang dirasakan pasien
    2. posisi yang nyaman akan membuat nyeri pasien semakin berkurang
    3. teknik relaksasi dilakukan dengan tujuan mengurangi nyeri yang dirasakan pasien
    4. pemberian analgesik non hepatotoksi dilakukan supaya dapat mengurangi nyeri tanpa merusak lebih parah fungsi hati

 

4.4  Implementasi

Implementasi dilaksanakan sesuai dengan intervensi yang ada

4.5 Evaluasi

  1. Pasien akan menunjukkan peningkatan berat badan mencapai tujuan dengan nilai laboratorium dan bebas tanda malnutrisi.
  2. Pasien akan menunjukkan perilaku perubahan pola hidup untuk meningkatkan/mempertahankan berat badan yang sesuai.
  3. Menunjukkan tanda-tanda nyeri fisik dan perilaku dalam nyeri yakni tidak meringis kesakitan.
  4. Tidak terjadi peningkatan suhu

 

 

 

 

BAB 5. PENUTUP

 

5.1  Kesimpulan

Hepatitis adalah suatu proses peradangan difus pada jaringan yang dapat disebabkan oleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik terhadap obat-obatan serta bahan-bahan kimia. Penyakit Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (HAV=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi, bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Sedangkan hepatitis B (HBV) yang dahulu disebut hepatitis serum adalah suatu proses nekroinflamatorik yang mengenai sel-sel hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV).

Gejala hepatitis Abiasanya muncul akut, seperti gejala flu, mual, demam pusing yang terus menerus.Namun pada anak-anak kadang kala tidak timbul gejala yang mencolok hanya demam tiba-tiba, hilang nafsu makan.Pada pasien hepatitis B dapat mengalami penurunan selera makan, dispepsia, nyeri abdomen, pegal-pegal yang menimbulkan tidak enak badan dan demam. Biasanya suhu tubuh sedikit meninggi tapi jarang sampai 39,50C lebih. Gejala ikterus dapat terlihat atau kadang-kadang tidak tampak. Apabila terjadi ikterus gejala ini akan disertai dengan tinja yang berwarna cerah dan urin yang berwarna gelap. Hati penderita hepatitis B mungkin terasa nyeri saat ditekan dan menbesar hingga panjangnya mencapai 12-14 cm. Limpa membesar dan pada sebagian kecil pasien dapat diraba.Kelenjar limfe servikal posterior juga dapat membesar.Smeltzer (2002:1174)

5.2  Saran

Hepatitis merupakan penyakit yang menimpa hamir seluruh belahan dunia. Maka untuk menjaga tubuh kita agar tidak terserang penyakit ini maka kita perlu melakukan pencegahan secara dini, dengan cara:

  1. Menjaga kebersiha lingkungan
  2. Menjaga kebersihan personal
  3. Melakukan vaksinasi atau imunisasi sejak kecil

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anderson S, dan Lorraine C. W. 1993. Hepatitis Virus, dalam Patofisiologi Konsep klinis Proses-proses Penyakit, edisi 2.Jakarta: EGC

Behrmen, Richard E., Kliegmen, Robert M., dan Arvin, Ann M. 2000. Ilmu Kesehatan anak Nelson Vol. 2, Edisi 15alih bahasa: A. Samik Wahab. Jakarta: EGC

Doenges, Marilynn E. 2000.  Rencana Asuhan Keperawatan : pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien, Edisi 3. Jakarta: EGC

Gallo, Huda. 1995.Keperawatan Kritis. Jakarta: EGC

Hadi.2000. Hepatologi. Bandung: Penerbit Mandar Maju

Harrison. 1999. Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: EGC

Isselbacher, et al, Harrison. 2000. Hepatitis A sampai E, dalam Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam, Volume 4, Edisi 13. Jakarta : EGC

Moectyi, Sjahmien, 1997. Pengaturan Makanan dan Diit untuk

Ranuh, I.G.N. 2001.Buku Imunisasi Di Indonesia, Edisi I. Jakarta: Satgas Imunisasi IDAI

Price, Sylvia A., dan Wilson, Lorraine M. 2006.Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Vol. 1, Edisi 6, alih bahasa: Braham U Pendit [et al]. Jakarta: EGC

Pujiarto, P. S. 2000. Kebijakan Tatalaksana Hepatitis Virus A, B, C pada Anak bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM, Tinjauan Lengkap Hepatitis Virus pada Anak. Jakarta: FK UI

Sjaifoellah Noer,H.M. 1996. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi ketiga. Jakarta: Balai Penerbit FKUI

Smeltzer, Suzanne C. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddarth Vol. 2, Edisi 8, alih bahasa: agung Waluyo [et al]. Jakarta EGC

Soemoharjo, S. 2002. Vaksinasi Hepatitis B, dalam Simposium Sehari Hepatitis B dan C. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: