A great WordPress.com site

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SILABUS MATA KULIAH

 

KEPERAWATAN KLINIK IV A

 

 

 

 

 

 

Penanggung Jawab Mata Ajar:

Ns. Rondhianto, M. Kep

 

 

 

 

Tim Dosen Pengajar:

  1. 1.      Ns. Wantiyah, M.Kep. (WT)
  2. 2.      Ns. Siswoyo, S.Kep (SW)
  3. 3.      Ns. Baskoro Setioputro, S.Kep (BS)
  4. 4.      Ns. M. Sodikin, M.Kep, Sp.KMB (MS)

 

 

 

 

 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS JEMBER

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

Tahun 2011/2012

LEMBAR PENGESAHAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Silabus mata kuliah: IKK IV A

Diajukan Oleh PJMK Mata Kuliah:

 

 

 

Ns. Rondhianto, M. Kep

NIP : 19830324 200604 1 002

Diperiksa Oleh Sekretaris I PSIK Universitas Jember

 

 

 

Ns. Roymond H Simamora, M.Kep

NIP 197606292005011001

Disetujui Oleh Ketua PSIK Universitas Jember

 

 

 

dr. Sujono Kardis, Sp.Kj

NIP 194906101982031001

 

 

 

 

 

 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS JEMBER

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

Alamat  :  Jl. Kalimantan No.37 Telp./Fax (0331)323450 Jember

 

SILABUS MATA KULIAH

 

Mata Kuliah (kode MK)         :  Keperawatan Klinik IV A

Beban SKS                             :  2 SKS

Semester                                  :  IV (empat) / Genap

Penanggung jawab MK          :  Ns. Rondhianto, M.Kep.

 

  1. I.         Deskripsi MK

Fokus mata kuliah ini membahas tentang konsep asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan pada sistem muskuloskeletal dan integumen, meliputi review anatomi fisiolofi sistem muskuloskelatal dan integumen, konsep dasar penyakit muskuloskeletal dan integumen, serta konsep dasar dan pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal dan integumen. Metode pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, discovery learning, case study, Problem Based Learning, dan praktikum

 

  1. II.      Standard Kompetensi

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa semester genap Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) mampu memahami dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal dan integumen berdasarkan perkembangan sistem pelayanan kesehatan dan IPTEK kesehatan dan keperawatan.

 

  1. III.   Kompetensi Dasar

Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan  :

  1. Mahasiswa termotivasi untuk mencapai kompetensi akhir sebagai lulusan Sarjana Keperawatan Universitas Jember
  2. Mahasiswa dapat menginternalisasi nilai-nilai yang mendukung terwujudnya nilai keunggulan lulusan Sarjana Keperawatan Universitas Jember
  3. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal :
    1. Anatomi fisiologi sistem muskuloskeletal
    2. Pengkajian, tes diagnostik, dan manifestasi klinis  pada klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal
    3. Mahasiswa dapat memahami penatalaksanaan umum pada pasien dengan gangguan sistem muskuloskeletal
    4. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan fraktur
    5. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan cedera sistem muskuloskeletal
    6. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan osteoporosis
    7. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan artritis
    8. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan TJR (Total Joint Replacement)
    9. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan osteomyelitis
    10. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan neoplasma tulang
    11. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem integumen :
      1. Anatomi fisiologi sistem integumen
      2. Pengkajian, tes diagnostik, dan manifestasi klinis pada klien dengan gangguan sistem integumen
      3. Mahasiswa dapat memahami penatalaksanaan umum pada pasien dengan gangguan sistem integumen
      4. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan luka bakar
      5. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan herpes
      6. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan psoriasis
      7. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan dermatitis
      8. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan urtikaria

 

  1. IV.   Kegiatan Pembelajaran
    1. Ceramah dan diskusi   : 12 x 50 menit
    2. Presentasi terstruktur   : 2 x 50 menit
    3. Praktikum                    : 14 x 100 menit

 

V.   Assessment

  1. UTS                             : 30 % dari total nilai
  2. UAS                            : 30% dari total nilai
  3. Tugas pemicu              : 10% dari total keseluruhan tugas.
  4. Presentasi makalah      : 20% dari total nilai.
  5. Soft Skill                     : 10% dari total nilai.

 

VI.  Kontrak Perkuliahan

  1. Hari                 : Selasa
  2. Pukul               : 12.30 – 14.10 WIB
  3. Tempat            : Ruang Kuliah  PSIK Univ. Jember
  4. Tata tertib        : Menyesuaikan tata tertib Universitas Jember

 

 

 

 

 

 

 

  1. G.  Jadwal pertemuan pembelajaran :

Pertemuan

Kompetensi Dasar

Sub Pokok Bahasan

Waktu

Metode Pembelajaran

Dosen/

Fasilitator

I

Kontrak pembelajaran
  1. Penjelasan Silabus
  2. Kontrak pembelajaran
  3. Penjelasan tugas dan makalah
  4. Penjelasan sistem penilaian
  5. Isu dan trend dalam perawatan pasien dengan gangguan sistem muskuloskeletal

1 x 50‘

Ceramah, diskusi, discovery learning, case study, Problem Based Learning

RO

I

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal

 

  1. Review anatomi fisiologi sistem muskuloskeletal
  2. Pengkajian fisik dan tes diagnostik gangguan sistem muskuloskeletal
  3. Manifestasi klinis  pada klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal
  4. Penatalaksanaan umum pada pasien dengan gangguan sistem muskuloskeletal

 

Ceramah, diskusi, discovery learning, case study, Problem Based Learning

RO

II dan III

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan fraktur
  1. Konsep dasar dan asuhan keperawatan fraktur secara umum :
    1. Definisi
    2. Klasifikasi fraktur
    3. Tanda dan gejala fraktur
    4. Review proses penyembuhan fraktur
    5. Penatalaksanaan medis fraktur
    6. Manajemen asuhan keperawatan :

–          Promosi kenyamanan

–          Pencegahan komplikasi

–          Rehabilitasi

  1. Komplikasi fraktur

 

  1. Asuhan keperawatan pada klien dengan fraktur spesifik :
    1. Asuhan keperawatan pada klien dengan klavikula
    2. Asuhan keperawatan pada klien dengan fraktur eketrimitas atas
    3. Asuhan keperawatan pada klien dengan fraktur pelvis
    4. Asuhan keperawatan pada klien dengan fraktur spinal
    5. Asuhan keperawatan pada klien dengan fraktur ekstrimitas bawah
    6. Asuhan keperawatan pada klien dengan fraktur pinggul (hip fracture)

 

2 x 50‘

Ceramah, diskusi, discovery learning, case study, Problem Based Learning

MS

IV

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan cedera sistem muskuloskeletal
  1. Asuhan keperawatan pada klien dengan strain dan sprain
  2. Asuhan keperawatan pada klien dengan cedera gerakan berulang (repetitive motion injury)
  3. Asuhan keperawatan pada klien dengan cedera ligamen dan meniskus
  4. Asuhan keperawatan pada klien dengan cedera rotator cuff
  5. Asuhan keperawatan pada klien dengan low back pain
  6. Asuhan keperawatan pada klien dengan dislokasi sendi

 

1 x 50’

Ceramah, diskusi, discovery learning, case study, Problem Based Learning

BS

V

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan osteoporosis dan osteomyelitis

 

Asuhan keperawatan pada klien dengan osteoporosis :

  1. Definisi
  2. Penyebab
  3. Patofisiologi
  4. Manifestasi klinis
  5. Diagnosis
  6. Penatalaksanaan medis
  7. Penatalaksanaan keperawatan

 

Asuhan keperawatan pada klien dengan osteomyelitis :

  1. Definisi
  2. Penyebab
  3. Patofisiologi
  4. Manifestasi klinis
  5. Diagnosis
  6. Penatalaksanaan medis
  7. Penatalaksanaan keperawatan

 

1 x 50’

Ceramah, diskusi, discovery learning, case study, Problem Based Learning

WT

VI

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan artritis

 

Asuhan keperawatan pada klien dengan rheumatoid artitis  :

  1. Definisi
  2. Penyebab
  3. Patofisiologi
  4. Manifestasi klinis
  5. Diagnosis
  6. Penatalaksanaan medis
  7. Penatalaksanaan keperawatan

 

Asuhan keperawatan pada klien dengan osteoartitis

  1. Definisi
  2. Penyebab
  3. Patofisiologi
  4. Manifestasi klinis
  5. Diagnosis
  6. Penatalaksanaan medis
  7. Penatalaksanaan keperawatan

 

1 x 50’

Ceramah, diskusi, discovery learning, case study, Problem Based Learning

RO

VII

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan TJR (Total Joint Replacement) dan neoplasma tulang

 

Asuhan keperawatan pada klien dengan TJR :

  1. Penyebab dilakukan TJR
  2. Asuhan keperawatan sebelum  pasien menjalani TJR
  3. Asuhan keperawatan setelah  pasien menjalani TJR
  4. Komplikasi yang berhubungan dengan TJR
  5. Rehabilitasi pada klien post TJR

 

Asuhan keperawatan pada klien dengan neoplasma tulang :

  1. Identifikasi perbedaan benigna dan maligna neoplasma tulang
  2. Manifestasi neoplasma tulang
  3. Penatalaksanaan medis neoplasma tulang
  4. Perawatan pada klien dengan neoplasma tulang maligna primer
  5. Perawatan pada klien dengan amputasi

 

1 x 50’

Ceramah, diskusi, discovery learning, case study, Problem Based Learning

MS

VIII

Ujian Tengah Semester

19 s.d 30 Maret 2012

IX

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem integumen

 

  1. Review anatomi fisiologi sistem integumen
  2. Pengkajian fisik dan tes diagnostik gangguan sistem integumen
  3. Manifestasi klinis  pada klien dengan gangguan sistem integumen
  4. Penatalaksanaan umum pada pasien dengan gangguan sistem integumen

 

1 x 50’ Ceramah, diskusi, discovery learning, case study, Problem Based Learning

 

SW

X

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan luka bakar Asuhan keperawatan pada klien dengan luka bakar :

  1. Definisi
  2. Penyebab
  3. Klasifikasi
  4. Patofisiologi
  5. Manifestasi klinis
  6. Mekanisme kompensasi
  7. Penatalaksanaan medis
  8. Penatalaksanaan keperawatan

 

1 x 50’ Ceramah, diskusi, discovery learning, case study, Problem Based Learning

 

BS

XI

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan herpes Asuhan keperawatan pada klien dengan herpes :

  1. Definisi
  2. Penyebab
  3. Klasifikasi
  4. Patofisiologi
  5. Manifestasi klinis
  6. Penatalaksanaan medis
  7. Penatalaksanaan keperawatan

 

1 x 50’ Ceramah, diskusi, discovery learning, case study, Problem Based Learning

 

BS

XII

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan psoriasis Asuhan keperawatan pada klien dengan psoriasis :

  1. Definisi
  2. Penyebab
  3. Klasifikasi
  4. Patofisiologi
  5. Manifestasi klinis
  6. Penatalaksanaan medis
  7. Penatalaksanaan keperawatan

 

1 x 50’ Ceramah, diskusi, discovery learning, case study, Problem Based Learning

 

BS

XIII

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan dermatitis Asuhan keperawatan pada klien dengan dermatitis :

  1. Definisi
  2. Penyebab
  3. Klasifikasi
  4. Patofisiologi
  5. Manifestasi klinis
  6. Penatalaksanaan medis
  7. Penatalaksanaan keperawatan

 

1 x 50’ Ceramah, diskusi, discovery learning, case study, Problem Based Learning

 

SW

XIV

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dan menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan urtikaria Asuhan keperawatan pada klien dengan urtikaria :

  1. Definisi
  2. Penyebab
  3. Klasifikasi
  4. Patofisiologi
  5. Manifestasi klinis
  6. Penatalaksanaan medis
  7. Penatalaksanaan keperawatan

 

1 x 50’ Ceramah, diskusi, discovery learning, case study, Problem Based Learning

 

SW

XV

Ujian Akhir Semester

4 s.d 15 Juni 2012

 

JADWAL PRAKTIKUM

Pertemuan

MATERI

DOSEN

I

Pemeriksaan fisik sistem musculoskeletal RO

II

Gips MS

III

Traksi MS

IV

Pembalutan WT

V

Mandiri Tim

VI

Mandiri Tim

VII

Ujian Tengah Semester

19 s.d 30 Maret 2012

TIM

VIII

Pembidaian RO

IX

Pemeriksaan fisik sistem integument  SW

X

Perawatan luka WT

XI

Perawatan luka bakar  BS

XII

Mandiri Tim

XIII

Mandiri Tim

XIV

Ujian Akhir Semester

4        s.d 15 Juni 2012

 

 

 

 

 

 

 

H. Tugas

No Materi Tugas Tanggal Pengumpulan Ket
1. Concept Map Setiap akhir pertemuan Kelompok
2. Penerjemahan diagnosa (NANDA), perencanaan dan intervensi (NOC dan NIC) Minggu ke-7 dan minggu ke-14 Individu
3. Makalah Askep Minggu ke-14 Kelompok

 

 

I. Daftar Rujukan/Referensi

1)          Black, J.M., Matassarin E. (1997). Medical Surgical Nursing, Clinical Managementfor continuity of care. J.B. Lippincott. Co.

2)          Colmer, M.R. (1995). Morony’s surgery for nurses. (16th ed.). Livingstone: education low-priced Books sahere.

3)          Donna. D.et.all (1991). Medical Surgical Nursing : a nursing process approach. The C.V. Mosby Co.

4)          Halstead,  Judith A., 2004, Orthopedic Nursing : Caring for Patients with Musculoskeletal Disorders, Western School, Brockton, MA

5)          Hoole, J.A, Pickard, C.G. (et.al.) (1995). Patient Care Guidelines for Nurse Practitioners. (4th ed.) Philadelphia : JB. Lippincott Company Basmajian, John. V. & Charles E. Slonecker. 1995. Grant Metode Anatomi Berorientasi pada Klinik. Jakarta : Binarupa Aksara.

6)          Luckman, & Sorensen (1990). Medical Surgical Nursing. Philadelphia : WB. Saunders Company

7)          Pricella LeMode, Kaven M. Burke. (1996). Medical Surgical Nursing . Addison Wesley. New York.

8)          R.L. Walton, M.D. Perawatan Luka. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

9)          Smeltzer, Suzanne C. & Brenda G. Bare. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah: Brunner & Suddarth. EGC. Jakarta

J. Lampiran (terlampir)

  1. Tata tertib perkuliahan.
  2. Format dan ketentuan pembuatan tugas.
  3. Lembar monitoring evaluasi mata kuliah.
  4. Lembar soft skill.

mpiran format pembuatan tugas

 

  1. Lampiran format penilaian soft skill.Lampiran angket mata ajar.

 

Jember, 30 Januari 2012

 

Disetujui oleh,

Sekretaris

Ns. Roymond H Simamora, M.Kep

NIP 197606292005011001

Disusun oleh,

PJMA

Ns. Rondhianto. M.Kep

NIP 19830324 200604 1 002

 

 

 

Diketahui oleh,

Ketua PSIK Universitas Jember

 

dr. Sujono Kardis, Sp.Kj

NIP 194906101982031001

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 1

 

TATA TERTIB PERKULIAHAN/PEMBELAJARAN

 

  1. Wajib hadir minimal 90% untuk kegiatan perkuliahan di kelas.
  2. Wajib hadir minimal 100% untuk kegiatan laboratorium/praktikum.
  3. Kehadiran kurang dari 90%,perkuliahan mahasiswa wajib menyusun makalah/ tugas yang di tentukan oleh PJMK.
  4. Kehadiran kurang dari 100% praktikum mahasiswa wajib melakukan sendiri praktikum dengan disaksikan teknisi lab dan minimal 1 mahasiswa lain, lalu dibuat dalam pernyataan tertulis telah melakukan praktikum dengan ditandatangani oleh teknisi, 1 mahasiswa lain, mengetahui dosen PJMK.
  5. Kehadiran kurang dari 75% tidak diijinkan mengikuti UTS/ UAS.
  6. Terlambat mengumpulkan tugas, nilai akan dikurangi sesuai kesepakatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 2

FORMAT DAN KETENTUAN PEMBUATAN TUGAS

 

  1. Sistematika

Sistematika pembuatan tugas harus meliputi :

Halaman Judul

Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab 1 Pendahuluan

1.1     Latar belakang

1.2     Tujuan

1.3     Implikasi keperawatan

 

Bab 2 Tinjauan Teori

2.1  Pengertian

2.2  Epidemiologi

2.3  Etiologi

2.4  Tanda dan gejala

2.5  Patofisiologi

2.6  Komplikasi & prognosis

2.7  Pengobatan

2.8  Pencegahan

 

Bab 3 Pathways

 

Bab 4 Asuhan Keperawatan

4.1       Pengkajian

4.2       Diagnosa

4.3       Perencanaan

4.4       Pelaksanaan

4.5       Evaluasi

 

Bab 5 Penutup

1.1         Kesimpulan

1.2         Saran

 

Daftar Pustaka

Lampiran

 

  1. Ketentuan
    1. Masing-masing kelompok wajib melapor dan konsul ke dosen yang menjadi fasilitator sebelum makalah dipresentasikan dan dibahas dikelas.
    2. Makalah adalah hasil kerja orisinil dari kelompok (bukan plagiat).
    3. Daftar pustaka harus jelas sumbernya dan tidak berasal dari sebuah blog (untuk rujukan online).
    4. Makalah diketik diatas kertas HVS A4 dengan batas kiri 4 cm, kanan 3 cm, atas 3 cm, bawah 3 cm. Huruf Times New Roman 12 dengan spasi 1,5.
    5. Makalah dijilid rapi dengan bufalo warna biru muda, sebelum diserahkan ke dosen.
    6. 6.         Makalah harus sudah dikumpulkan ke dosen pendamping/fasilitator maksimal (paling lambat) 3 hari sebelum presentasi/perkuliahan atau H-3.  

lampiran 3

FORMAT PENILAIAN TUGAS KELOMPOK

 

Format Penilaian makalah

Kelompok                   :

Semester/tahun ajaran :

Dosen                          :

No Aspek yang dinilai Nilai maksimal
1. Aspek teoritis kasus

  1. Ketepatan pengertian kasus yang diambil (lebih dari 2 pengertian menurut berbagai pakar/ahli)
  2. Ketepatan pembuatan patofisiologi atau perjalanan penyakit dan secara skematik
  3. Ketepatan penatalaksanaan dan Komplikasi

 

10

10

10

2. Aspek teoritis keperawatan

  1. Ketepatan dalam pengkajian secara umum yang didapatkan dari pustaka/teori
  2. Kemampuan pemuatan tujuan dan criteria hasil
  3. Ketepatan dalam rencana tindakan
  4. Kemampuan merasionalkan rencana tindakan

10

10

10

10

3. Penggunaan referensi

  1. Ketepatan referensi yang digunakan
  2. Tahun referensi yang digunakan
  3. Kemampuan merangkum referensi

 

10

10

10

Total

100

 

 

Mengetahui

Dosen

 

 

 

 

………………………..

NIP

 

 

 

lampiran 4

Format penilaian

Peran serta selama diskusi

No

Aspek yang dinilai

Bobot

1.

Persiapan untuk conferment

10

2.

Mempersiapkan rencana askep

10

3.

Mengemukakan issu untuk diskusi kelompok

10

4.

Memberikan ide selama conferment

10

5.

Mensintesis pengetahuan dan memakainya dalam penyelesaian masalah

10

6.

Menerima ide orang lain

10

7.

Menstimulasi strategi keperawatan

10

8.

Mengontrol emosi sendiri

10

9.

Mampu bekerjasama dalam kelompok

 

10

Total nilai

100

Mengetahui

Dosen

 

 

 

 

 

………………………

NIP

 

 

 

n atau h6��nd�� �gunakan alat suntik yang bergantian dapat menimbulkan penyakit ini.

 

 

  1. POLA FUNGSI KESEHATAN
  2. Pola Persepsi dan Tata laksana kesehatan
  3. Pola Nutrisi & Metabolisme

Gejala: hilang nafsu makan, penurunan berat badan, mual, dan muntah

Tanda: ascites

  1. Pola eliminasi

Gejala: urine gelap, feses berubah warna

  1. Pola aktifitas / istirahat

Gejala: Kelemahan, Kelelahan, Malaise

  1. Pola Istirahat tidur
  2. Pola kognitif dan persepsi sensori

Peka terhadap rangsang, Cenderung tidur, Letargi, Asteriksis

 

  1. Pola konsep diri
  2. Pola Hubungan – Peran
  3. Pola Seksual – seksualitas

Gejala: Pola hidup / perilaku meningkat resiko terpajan

  1. Pola Mekanisme Koping
  2. Personal Nilai dan kepercayaan

 

 

  1. PEMERIKSAAN FISIK

1. Status kesehatan Umum

Keadaan Umum   Kesadaran

Tanda-tanda vital :

Tekanan darah     :menurun mmHg                 Suhu     : >380C

Nadi                     : –    x/mnt                           RR         :-        x/mnt

Tinggi badan                     : normal

Lingkar kepala                  : normal

Lingkar dada                     : –

Lingkar lengan atas           : –

Berat badan sebelum sakit: normal

Berat badan saat ini          : biasanya mengalami penurunan

Berat badan ideal              : mengalami penurunan

Perkembangan BB            : terdapat gangguan pertumbuhan

 

  1. Kepala :Ikterus pada kulit, mukosa, sclera, nyeri kepala.
    1. Leher : –
    2. Thorax / dada  : –
      1. Abdomen  :Terdapat nyeri tekan pada kuadran kanan atas, nyeri epigastrium, kram abdomen, hepatomegali.

 

 

  1. Keadaan punggung: –
  2. Ekstremitas  :Mengalami kelelahan, kelemahan
  3. Genetalia & Anus  :Terdapat diare / konstipasi
  4. Pemeriksaan Neurologis  : –

 

  1. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
    1. Laboratorium

a)      Albumin serum : Menurun

b)      Darah lengkap : SDM menurun

c)      SGOT / SGPT : Meningkat

d)     Alkali fosfatase : Agak meningkat

e)      Tes fungsi hati : Abnormal

f)       Faeces : Warna kecoklatan

g)      Bilirubin serum : Di atas 2,5 mg/100 ml

h)      Tes eksresi BSP : Kadar darah meningkat

i)        Urinalisa : Peningkatan kadar bilirubin.

  1. Pemeriksan Rontgen Foto

Pada hepatitis  B berat, akan tampak: hepatomegali dan splenomegali

  1. Biopsi hepar
  2. USG Hepar

 

4.2 Diagnosa

  1. sintoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, penurunan kekuatan
  2. gangguan keseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake nutrisi inadekuat, muntah
  3. kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan melalui muntahan
  4. harga diri rendah berhubungan dengan ikterus
  5. Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan pembengkakan hepar yang mengalami inflamasi hati dan bendungan vena porta.

 

 

 

4.3. Perencanaan

  1. Dx 1. intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, penurunan kekuatan

Tujuan : Pasien dapat melakukan aktivitas kembali secara normal

Kriteria hasil : Kemampuan untuk melakukan aktivitas

Intervensi

Rasional

  1. Tingkatkan tirah baring / duduk

 

 

 

 

 

 

  1. Ubah posisi dengan sering, berikan perawatan kulit yang baik.

 

  1. Lakukan tugas dengan cepat dan sesuai toleransi.

 

  1. Tingkatkan aktivitas sesuai toleransi, Bantu melakukan latihan rentang gerak sendi pasif / aktif.
  2. Dorong penggunaan teknik manajemen stress.
  3. Berikan obat sesuai indikasi.
  4. Meningkatkan istirahat dan ketenangan, menyediakan energi yang digunakan untuk penyembuhan. Aktivitas dan posisi duduk tegak di yakini menurunkan aliran darah ke kaki yang mencegah sirkulasi optimal ke sel hati
  5. Meningkatkan fungsi pernafasan dan menimbulkan pada area tertentu untuk menurunkan resiko kerusakan jaringan.
  6. Memungkinkan periode tembahan istirahat tanpa gangguan.
 

  1. Tirah baring lama dapat menurunkan kemampuan.

 

 

  1. Meningkatkan relaksasi dan penghematan energi.
  2. Membentu dalam manajemen kebutuhan tidur.

 

Dx2: .gangguan keseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake nutrisi inadekuat, muntah

Tujuan: Klien dapat menunjukan / mempertahankan BB yang normal
Kriteria hasil : Adanya minat / selera makan, porsi makan sesuai kebutuhan, BB dipertahankan sesuai usia, BB meningkat sesuai usia

 

Intervensi

Rasional

  1. Ajarkan dan bantu klien untuk istirahat sebelum makan
  2. Awasi pemasukan diet/jumlah kalori, tawarkan makan sedikit tapi sering

 

  1. Pertahankan hygiene mulut yang baik sebelum makan dan sesudah makan
  2. Anjurkan makan pada posisi duduk tegak

 

  1. Berikan diit tinggi kalori, rendah lemak
    1. keletihan berlanjut menurunkan keinginan untuk makan
    2. adanya pembesaran hepar dapat menekan saluran gastro intestinal dan menurunkan kapasitasnya.
    3. akumulasi partikel makanan di mulut dapat menambah bau dan rasa tak sedap yang menurunkan nafsu makan.
    4. menurunkan rasa penuh pada abdomen dan dapat meningkatkan pemasukan
    5. glukosa dalam karbohidrat cukup efektif untuk pemenuhan energi, sedangkan lemak sulit untuk diserap/dimetabolisme sehingga akan membebani hepar

 

Dx 3: kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan melalui muntahan

Tujuan: Mempertahankan hidrasi adekuat.

Kriteria hasil : Turgor kulit baik, haluaran urine sesuai, tanda vital stabil.

Intervensi

Rasional

  1. Awasi masukan dan haluaran, bandingkan dengan BB harian. Catat kehilangan melalui usus seperti muntah, diare.
  2. Kaji tanda vital, nadi perifer, pengisian kapiler, turgor kulit dan membran mukosa.
  3. tanda perdarahan seperti hematuria, melena, perdarahan gusi atau bekas injeksi.
  4. Memberika informasi tentang kebutuhan penggantian / efek terapi.
 

  1. Indikator volume sirkulasi / perfusi.

 

  1. Kadar protombin dan waktu koagulasi menunjang bila observasi vitamin K terganggu pada traktus G1 dan sentesis protombin menurun karena mempengaruhi hati.

 

Dx 5: Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan pembengkakan hepar yang mengalami inflamasi hati dan bendungan vena porta.

Intervensi

Rasional

  1. kaji intensitas nyeri pasien

 

  1. berikan posisi myaman pada pasien

 

  1. ajarkan teknik relaksasi pada klien

 

  1. diskusikan dengan tim kesehatan lain tentang pemberian analgesic pada pasien yang tidak mengandung hepatotoksi
    1. mengetahui tingkat keparahan dari nyeri yang dirasakan pasien
    2. posisi yang nyaman akan membuat nyeri pasien semakin berkurang
    3. teknik relaksasi dilakukan dengan tujuan mengurangi nyeri yang dirasakan pasien
    4. pemberian analgesik non hepatotoksi dilakukan supaya dapat mengurangi nyeri tanpa merusak lebih parah fungsi hati

 

4.4  Implementasi

Implementasi dilaksanakan sesuai dengan intervensi yang ada

4.5 Evaluasi

  1. Pasien akan menunjukkan peningkatan berat badan mencapai tujuan dengan nilai laboratorium dan bebas tanda malnutrisi.
  2. Pasien akan menunjukkan perilaku perubahan pola hidup untuk meningkatkan/mempertahankan berat badan yang sesuai.
  3. Menunjukkan tanda-tanda nyeri fisik dan perilaku dalam nyeri yakni tidak meringis kesakitan.
  4. Tidak terjadi peningkatan suhu

 

 

 

 

BAB 5. PENUTUP

 

5.1  Kesimpulan

Hepatitis adalah suatu proses peradangan difus pada jaringan yang dapat disebabkan oleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik terhadap obat-obatan serta bahan-bahan kimia. Penyakit Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (HAV=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi, bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Sedangkan hepatitis B (HBV) yang dahulu disebut hepatitis serum adalah suatu proses nekroinflamatorik yang mengenai sel-sel hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV).

Gejala hepatitis Abiasanya muncul akut, seperti gejala flu, mual, demam pusing yang terus menerus.Namun pada anak-anak kadang kala tidak timbul gejala yang mencolok hanya demam tiba-tiba, hilang nafsu makan.Pada pasien hepatitis B dapat mengalami penurunan selera makan, dispepsia, nyeri abdomen, pegal-pegal yang menimbulkan tidak enak badan dan demam. Biasanya suhu tubuh sedikit meninggi tapi jarang sampai 39,50C lebih. Gejala ikterus dapat terlihat atau kadang-kadang tidak tampak. Apabila terjadi ikterus gejala ini akan disertai dengan tinja yang berwarna cerah dan urin yang berwarna gelap. Hati penderita hepatitis B mungkin terasa nyeri saat ditekan dan menbesar hingga panjangnya mencapai 12-14 cm. Limpa membesar dan pada sebagian kecil pasien dapat diraba.Kelenjar limfe servikal posterior juga dapat membesar.Smeltzer (2002:1174)

5.2  Saran

Hepatitis merupakan penyakit yang menimpa hamir seluruh belahan dunia. Maka untuk menjaga tubuh kita agar tidak terserang penyakit ini maka kita perlu melakukan pencegahan secara dini, dengan cara:

  1. Menjaga kebersiha lingkungan
  2. Menjaga kebersihan personal
  3. Melakukan vaksinasi atau imunisasi sejak kecil

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anderson S, dan Lorraine C. W. 1993. Hepatitis Virus, dalam Patofisiologi Konsep klinis Proses-proses Penyakit, edisi 2.Jakarta: EGC

Behrmen, Richard E., Kliegmen, Robert M., dan Arvin, Ann M. 2000. Ilmu Kesehatan anak Nelson Vol. 2, Edisi 15alih bahasa: A. Samik Wahab. Jakarta: EGC

Doenges, Marilynn E. 2000.  Rencana Asuhan Keperawatan : pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien, Edisi 3. Jakarta: EGC

Gallo, Huda. 1995.Keperawatan Kritis. Jakarta: EGC

Hadi.2000. Hepatologi. Bandung: Penerbit Mandar Maju

Harrison. 1999. Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: EGC

Isselbacher, et al, Harrison. 2000. Hepatitis A sampai E, dalam Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam, Volume 4, Edisi 13. Jakarta : EGC

Moectyi, Sjahmien, 1997. Pengaturan Makanan dan Diit untuk

Ranuh, I.G.N. 2001.Buku Imunisasi Di Indonesia, Edisi I. Jakarta: Satgas Imunisasi IDAI

Price, Sylvia A., dan Wilson, Lorraine M. 2006.Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Vol. 1, Edisi 6, alih bahasa: Braham U Pendit [et al]. Jakarta: EGC

Pujiarto, P. S. 2000. Kebijakan Tatalaksana Hepatitis Virus A, B, C pada Anak bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM, Tinjauan Lengkap Hepatitis Virus pada Anak. Jakarta: FK UI

Sjaifoellah Noer,H.M. 1996. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi ketiga. Jakarta: Balai Penerbit FKUI

Smeltzer, Suzanne C. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddarth Vol. 2, Edisi 8, alih bahasa: agung Waluyo [et al]. Jakarta EGC

Soemoharjo, S. 2002. Vaksinasi Hepatitis B, dalam Simposium Sehari Hepatitis B dan C. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: